Jl. Laksamana Bintan, Kelurahan Bengkong Indah, Kecamatan Bengkong 085117622524 pkmseipanas@batam.go.id

Artikel Kesehatan

Waspada Lonjakan Kasus Campak: Apa yang Perlu Orang Tua Lakukan?

Edukasi Campak Puskesmas Sei Panas

Campak adalah suatu penyakit akut menular yang disebabkan oleh virus, biasanya menyerang anak-anak dengan derajat ringan sampai sedang. Penularan penyakit campak adalah dari orang ke orang melalui droplet atau dapat pula melalui air borne. Penyakit ini termasuk ke dalam golongan penyakit yang dapat dicegah dengan Imunisasi (PD3I). Beberapa orang menganggap campak sebagai ruam kecil dan demam yang hilang dalam beberapa hari. Namun penyakit campak juga sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kecacatan dan kematian yang diakibatkan oleh komplikasi.

Kasus Campak pada awal tahun 2026 ini dilaporkan mengalami peningkatan baik secara global maupun di Indonesia. Pada tiga minggu pertama tahun 2026, tercatat 1.031 kasus Campak di tujuh negara, termasuk Amerika Serikat dan Meksiko. Angka ini meningkat 43 kali lipat dibanding periode yang sama tahun 2025. Lonjakan ini melanjutkan tren peningkatan yang terjadi sepanjang 2025, yang merupakan tahun dengan jumlah kasus Campak tertinggi lebih dari 30 tahun di Amerika Serikat.

Hal ini didorong oleh beberapa faktor seperti penurunan cakupan imunisasi rutin, kesenjangan kekebalan populasi, mobilitas penduduk dan perjalanan internasional yang tinggi serta terjadinya kasus impor yang memicu penularan lokal.

Di Indonesia sendiri, kasus Campak juga dilaporkan mengalami peningkatan sejak awal tahun 2026. Hingga minggu ke-7 tahun 2026 tercatat sebanyak 8.224 kasus suspek Campak, dengan 572 kasus terkonfirmasi laboratorium dan 4 kematian (CFR 0,05%). Selama periode ini, tercatat 21 KLB suspek campak dan 13 KLB terkonfirmasi pada 17 kabupaten/kota pada 11 provinsi yaitu Sumatera Utara, Sumatera Barat, Sumatera Selatan, Banten, Jawab Barat, Jawa Tengah, DI Yogyakarta, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan dan Sulawesi Tengah.

Kasus Campak pada Januari 2026 meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya. Hal ini menunjukkan adanya potensi peningkatan transmisi di masyarakat.

Penyebab

Campak disebabkan oleh virus yang termasuk dalam genus Morbillivirus dari keluarga Paramyxoviridae. Penularan campak sangat cepat dan mudah melalui :

1. Percikan saliva, ketika seseorang yang terinfeksi lalu batuk atau bersin, virus dapat menyebar ke udara dan menginfeksi orang lain yang berada di dekatnya.
2.  Kontak langsung, kontak langsung dengan cairan tubuh penderita bisa menjadi sumber penularan.
3. Benda yang terkontaminasi, virus campak bisa bertahan hidup di permukaan benda selama beberapa jam. Bayi atau balita yang menyentuh benda tersebut kemudian memegang mulut atau hidungnya dapat terinfeksi.

Gejala

1.    Mata merah dan sensitif terhadap cahaya
2.    Menyerupai gejala pilek seperti batuk kering, hidung beringus dan sakit tenggorokan
3.    Lemas dan letih
4.    Demam tinggi
5.    Bercak kemerahan / rash
6.    Sakit dan nyeri
7.    Tidak ada selera makan
8.    Diare atau dan muntah-muntah
9.    Bercak kecil berwarna putih keabu-abuan di mulut dan tenggorokan

Faktor Risiko

1.    Bayi di bawah usia 12 bulan yang tidak diimunisasi campak
2.    Anak yang tinggal di area padat penduduk
3.    Bayi yang tidak mendapat asi eksklusif
4.    Perjalanan ke suatu wilayah dengan tingkat campak tinggi
5.    Kekurangan vitamin A

Penularan

Campak ditularkan melalui droplet diudara oleh pasien sejak 1 hari sebelum timbulnya gejala klinis sampai 4 hari sesudah munculnya ruam. Ibu yang pernah menderita campak akan menurunkan kekebalannya pada janin yang dikandungya melalui plasenta dan kekebalan ini bisa bertahan sampai bayi berusia 4 – 6 bulan.

Pada usia 9 bulan bayi diharapkan membentuk antibodinya sendiri secara aktif setelah menerima vaksinasi campak. Dalam waktu 12 hari setelah infeksi campak sampai puncak sekitar 21 hari, igM akan terbentuk dan cepat menghilang untuk kemudian digantikan oleh igG. Cakupan imunisasi campak menyebabkan kekebalan kelompok (Herd Immunity) yang akan menyebabkan penurunan kasus campak di masyarakat.

Pencegahan

1.    Imunisasi campak
2.    Berikan ASI untuk mencegah infeksi ini pada bayi
3.    menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan
4.    Rutin mendisinfeksi benda dan permukaan di rumah
5.    Meningkatkan kekebalan tubuh anak dengan memberi asupan makanan yang bergizi, tidur yang cukup serta rutin berolahraga

Campak dapat dicegah dengan imunisasi MR. Imunisasi dengan vaksin MR adalah pencegahan terbaik untuk penyakit Campak dan Rubella. Satu vaksin mencegah dua penyakit sekaligus.

Vaksin MR adalah kombinasi vaksin Campak atau Measles (M) dan Rubella (R) untuk perlindungan terhadap penyakit Campak dan Rubella. Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari WHO dan izi edar dari Badan POM. Vaksin MR persen efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Imunisasi MR diberikan untuk semua anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun selama kampanye imunisasi MR. Selanjutnya, imunisasi MR masuk dalam jadwal imunisasi rutin dan diberikan pada anak usia 9 bulan, 18 bulan, dan kelas 1 SD/sederajat menggantikan imunisasi Campak.

Sering kali orang tua khawatir untuk memberikan imunisasi pada anak. Tidak ada efek samping dalam imunisasi MR. Demam ringan, ruam merah, bengkak ringan dan nyeri di tempat suntikan setelah imunisasi adalah reaksi normal yang akan menghilang dalam 2-3 hari. Kejadian ikutan pasca imunisasi yagn serius sangat jarang terjadi.

Vaksin yang digunakan telah mendapat rekomendasi dari Badan Kesehatan Dunia (WHO) dan izin edar dari Badan POM. Vaksin MR 95% efektif untuk mencegah penyakit Campak dan Rubella. Vaksin ini aman dan telah digunakan di lebih dari 141 negara di dunia.

Sering juga ditemui, orang tua khawatir apakah imunisasi diperbolehkan. Dalam Fatwa Majelis Ulama Indonesia (MUI) No. 4 Tahun 2016 dijelaskan bahwa imunisasi pada dasarnya dibolehkan (mubah) sebagai bentuk ikhtiar untuk mewujudkan kekebalan tubuh dan mencegah terjadinya suatu penyakit tertentu.

Jadi, orang tua sudah siap siaga menghadapi campak? Mari kita ingat kembali rumusnya: Pantau gejalanya, penuhi nutrisinya, dan lengkapi imunisasinya.

Campak mungkin menular, tapi perlindungan kita jauh lebih kuat jika dipersiapkan sejak dini.

Sehat Selalu untuk kita semua! Jangan ragu untuk berkonsultasi dengan dokter jika si kecil menunjukkan tanda-tanda yang mencurigakan, ya!

Salam Sehat Selalu, Puskesmas Sei Panas

Penyusun: Ovilia Yustirika Masunah, SKM dan Aizah Tri Yuliani, SKM

Sumber:
https://keslan.kemkes.go.id/view_artikel/3490/apa-itu-penyakit-campak

https://web.rshs.go.id/imunisasi-campak-dan-rubella-untuk-anak-kita-berikan-yang-terbaik-untuk-buah-hati-anda/

https://anyflip.com/dshpc/krdb

Have any Question or Comment?

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *